Mengintip Industri Hiburan di Pulau Batam

Beberapa waktu lalu penulis sempat melancong ke salah satu provinsi di Indonesia yang terkenal dengan barang BM-nya alias black market. Kota Batam terletak di provinsi kepulauan Riau dengan jumlah penduduk mencapai lebih dari 1 juta jiwa merujuk pada hasil survey Catatan Sipil Kota Batam.

Batam bisa dikatakan kota di Indonesia dengan lokasi yang sangat strategis. Memiliki wilayah yang berbatasan langsung dengan dua negara tetangga, Singapura dan Malaysia, Batam juga dilewati jalur pelayaran internasional. Kota ini juga disebut sebagai kota dengan pertumbuhan paling pesat setelah pertama kali dibangun pada tahun 70-an oleh Otorita Batam.

pulau batam malam hari

Kunjungin penulis ke kota ini sebetulnya didorong oleh rasa penasaran tentang simpang siur geliat perjudian di kota terbesar di provinsi Kepulauan Riau. Banyak berita yang mengatakan bahwa perjudian di kota Batam masih terus berlangsung kendati segala jenis perjudian di Indonesia sudah dinyatakan Ilegal.

Untuk memastikan kebenaran beritanya, penulis memilih untuk terbang langsung dan mencari tahu sendiri kebenaran berita tentang industri judi di gemerlap kota Batam. Yuk, langsung aja kita telusuri.

Kisah Perjalanan Perjudian di Kota Batam

Percaya tidak percaya, di masa lalu Batam pernah jadi kota wisata dan primadona bagi para penggiat judi dunia. Dolar yang bertaburan setiap malam bukanlah isapan jempol semata karena dulu Batam memiliki setidaknya 2 area besar tempat aktifitas perjudian dilangsungkan dengan semarak.

Area pertama adalah red zone. Area ini diperuntukan bagi para penjudi baik dalam maupun luar negeri dari kalangan menengah ke bawah. Jenis permainan dengan modal kecil dimainkan setiap malamnya untuk memenuhi hasrat para penjudi yang haus hiburan namun belum mampu bermain dengan nominal besar. Kawasan ini berada di sekitar Nagoya dan Jodoh.

judi casino di batam

Area berikutnya adalah green zone. Terletak di wilayah Nongsa, area ini dipenuhi oleh bule-bule berkantong tebal. Datang dengan kendaraan super mewah dan pakaian rapi, jutaan dollar bisa berputar setiap malamnya. Kawasan ini tampak elit, penuh sesak dengan para ekspatriat kaya yang ditemani oleh wanita-wanita cantik bookingan.

Setelah perjudian dilarang di tanah Batam, kini tempat-tempat yang sempat gemerlapan menjadi mati seperti kota hantu. Banyak usaha yang gulung tikar karena kehilangan pelanggan dan ratusan pegawai kehilangan mata pencaharian. Tapi benarkah perjudian di Batam telah benar-benar padam?

Judi Batam Benar-Benar Padam?

Penulis melanjutkan perjalanan di sekitar Batam, melihat-lihat siapa tahu ada hal menarik yang bisa diceritakan dari sudut-sudut kota ini.

Jika diperhatikan dengan seksama, hampir di seluruh penjuru kota ini terdapat tempat yang dikenal dengan nama GelPer atau Gelanggang Permainan. Karena penasaran, penulis masuk dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di dalam gelanggang permainan ini.

Setelah diselidiki, ternyata GelPer ini adalah tempatnya masyarakat bermain judi slot atau yang orang sini kenal dengan mesin jackpot. Ada sekitar 25 spot yang tersebar di beberapa kawasan batam dengan mesin jackpot masing-masing tempat berjumlah 100 hingga 300 mesin.

gelper di batam

Terdapat 1.500 unit mesin di casino Marina Bay Sands ditambah dengan 1.700 unit di casino Sentosa. kalau dihitung-hitung, mesin jackpot yang ada di Batam nyaris menyamai jumlah mesin dari dua casino yang ada di singapura.

Selain itu ada juga beberapa permainan meja seperti baccarat dan sic bo yang diadakan secara tertutup dan eksklusif oleh beberapa hotel dan tempat hiburan elit di kota Batam.

Nyatanya perjudian masih belum mati di kota ini. Apalagi sekarang dengan maraknya agen judi online seperti MAHABET. Main judi jadi lebih aman dan nyaman, juga mudah dan menyenangkan karena bisa dilakukan tanpa harus meninggalkan rumah.

Bagikan artikel ini